News

You are currently browsing the archive for the News category.

Yayasan Konfiden dan the MarshallPlan bekerjasama dengan TV One membuat sebuah program TV berjudul “Film Pendek” yang ditayangkan tiap minggu pada hari Sabtu pukul 21.30 di TV One (jam tayang dapat berubah tanpa pemberitahuan).

Program ini ditujukan sebagai ruang apresiasi film pendek Indonesia serta menampung potensi pembuat film muda Indonesia.

Program ini telah berjalan sebanyak 3 episode dan akan tayang sebanyak 13 episode untuk musim tayang pertama. Berkenaan dengan hal tersebut, the MarshallPlan dan yayasan Konfiden sangat berharap mendapatkan materi film pendek Indonesia sebanyak mungkin untuk ditayangkan dalam program tersebut. Semua film yang ditayangkan akan mendapatkan kontrak serta screening fee. Durasi film yang diharapkan sepanjang 10 menit namun tidak menutup kemungkinan bagi karya-karya berdurasi sampai dengan 30 menit.

Silahkan kirimkan karya kawan-kawan dengan format DVD atau MiniDV ke:


Yayasan Konfiden/the MarshallPlan
Jl. Cilandak Tengah No. 59, Jakarta 12430, Indonesia
Mobile +62 816 139 3199 (T. Lintang G.)
+62 21 289 76 771 (Dimas Jayasrana)
+62 811 830 1095 (Agus Mediarta)
Email: info@themarshall.org

(tuliskan “Program Film Pendek” dipojok kiri atas amplop)

Terimakasih

the MarshallPlan
www.themarshall.org

Namanya Alam, umurnya mungkin belum 20 tahun. Sepanjang film ia bercerita tentang hidupnya. Ceritanya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Matanya tampak tak yakin menatap kamera. Apalagi ketika ia berkata sambil tertawa ngeles bahwa cita-citanya adalah menjadi menjadi tentara sehingga bisa mati syahid. Kesannya tak serius. Menjadi tentara reguler di negara sekuler mungkin sekali bertabrakan dengan gagasan mati syahid yang asasnya semata-mata Isla

Anak bernama Alam itu bisa kita temukan pada video dokumenter berjudul Alam: Syuhada karya Hafiz. Video ini ada dalam sebuah kompilasi berjudul Repelita I: Urbanisasi yang diterbitkan oleh perusahaan label DVD independen bernama Marshall Plan. DVD kompilasi ini merupakan kumpulan karya para dokumentaris dari komunitas Forum Lenteng yang bermarkas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

 

Ada lima karya dalam kompilasi ini. Selain Alam, ada lagi Andi Bertanya (Kompilasi Massroom Project), Ontel, Saya dan Pabrik (Mahardhika Yudha), Sunrise Jive (Mahardhika Yudha) dan Jalan Tak Ada Ujung (M. Adel Pasha). Kelima video dokumenter ini dibuat dengan menggunakan pendekatan yang sama, yang dalam publikasi resmi kompilasi ini ditulis sebagai: ’sengaja memperlihatkan subyektivitas pembuatnya’.

 

Alam termasuk populer, diputar di berbagai festival. Ia menjadi sebuah video dokumenter yang menarik mungkin karena berasal dari Indonesia, sebuah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Besar sekali godaan untuk menyimpulkan bahwa mati syahid adalah semacam jalan keluar dari keterhimpitan hidup Alam (apanya yang terhimpit?). Jika kesimpulan itu yang keluar, maka terjadilah penghakiman terhadap Alam, sang subyek dalam video dokumenter ini. Dengan menilai video itu “apa adanya”, kita bisa melihat bahwa perang pemaknaan (coba jelaskan kata-kata ini: syuhada, teroris, jihad dan sebagainya) di negeri bernama Indonesia bisa terjadi di mana saja dengan tingkat kesadaran bermacam-macam. Read the rest of this entry »

DVD Kado hari Jadi sudah bisa didapatkan di Aksara Bookstore Jakarta;

Kemang
(ak.’sa.ra) Kemang
Jl. Kemang Raya 8b Jakarta 12730, Telp. +62 21 7199 288, Fax. +62 21 7199 282, Email. info@aksara.com

Citos
(ak.’sa.ra) Citos
2nd Floor. tUnit 153, Jl. TB Simatupang Kav. 17 Jakarta 12430, Telp & Fax. +62 21 759 20347, Email. info@aksara.com

Plaza Indonesia
(ak.’sa.ra) Plaza Indonesia
LB. Unit 41 - 42A, Jl. M.H. Thamrin Kav. 28 - 30 Jakarta 10350, Telp & Fax +62 21 310 7711, Email. info@aksara.com

the MarshallPlan bekerjasama dengan houseofwaves merilis DVD Kado Hari Jadi, sebuah film thriller produksi pertama houseofwaves, sebuah kelompok pembuat film dan video independen dari Jakarta, yang percaya pada pendekatan inovatif dalam membuat film, yakni dengan biaya, kerepotan, maupun gangguan yang seminimal mungkin.

insert-flyer-front-khj_2-copy.jpg

Kado Hari Jadi

Director: Paul Agusta
Story: Paul Agusta & Dalih Sembiring
Thriller.72 menit. Houseofwaves production. 2008
Restricted. Language: Indonesia. Subtitles: English
Special Features: Behind the Scene. Still Photos. About houseofwaves

www.vengeanceispink.com

Seorang pemuda terbangun di sebuah ruangan kecil berwarna merah muda. Ia dirantai di sebuah kursi terbuat dari besi. Di hadapannya terdapat sebuah silet yang tergantung pada tali, dan disampingnya ada sebatang besi yang mengarahkan sebuah pensil tajam ke mata kirinya. Dia tak tahu dirinya dimana ataupun kenapa dia disekap disitu. Sesekali masuk ke dalam ruangan itu seorang wanita cantik bergaun indah yang mulai menyiksanya secara kejam dan pelan. Siapakah wanita ini? Kenapa dia menyiksa si pemuda? Apakah pemuda itu akan selamat?

A young man wakes up chained to metal chair in a room painted a sickening shade of pink and illuminated by a single blinding block of neon lights placed at his right. A razorblade hangs on a string before him, and sharp pink pencils are aimed at his left eye and stomach. He does not know where he is or why he’s there. Periodically, a beautiful young woman dressed in floral summer dress enters the room and performs cruel and calculated acts of seemingly senseless torture. Who is she? Why is she doing this? What has he done to deserve this? And most importantly, will he survive?

dvd-cover-khj_done_small.jpg

SIARAN PERS
Peluncuran the MarshallPlan di Festival Kesenian Yogyakarta

PENGANTAR

Sejak awal, film non komersial mencoba untuk membuka jalur distribusinya sendiri. Para pembuat film yang mayoritas berasal dari komunitas film, mencoba untuk menyebarkan karyanya secara mandiri; dari tangan ke tangan, titip-menitip, baik perorangan maupun melalui acara-acara pemutaran film maupun lainnya. Pola distribusi musik underground di Indonesia menjadi salah satu kerangka acu bagaimana pembuat film non komersial menyebarkan karyanya.

Sebagai sebuah usaha, tentu tidak ada yang salah dengan itu. Namun persoalannya kemudian, pola distribusi yang dilakukan ternyata tidak tertata dan hanya mengakibatkan para pembuat film kehabisan tenaga. Penyebaran karya-karya tersebut pun diduga masih berputar pada lingkar komunitas film, belum sampai ketangan publik yang lebih luas lagi. Pada akhirnya harus diakui, untuk menjalankan skema distribusi memang dibutuhkan sebuah visi dan strategi yang jelas.

Kemudian dibentuklah the MarshallPlan (TMP) yang ingin mencoba membuat sebuah skema distribusi film non komersial yang ajeg dan dapat terus dikembangkan. Belajar dari apa yang sudah dilakukan sebelumnya oleh banyak komunitas film, Minikino, serta lainnya, TMP mencoba mengambil serpihan catatan mengenai usaha distribusi di Indonesia dan kemudian membuat skema lain dalam usaha membangun sistem distribusi film alternatif yang mumpuni.

Visi TMP adalah; menyediakan ruang yang dapat memfasilitasi dan mediasi pendistribusian, pengembangan, serta penguatan jaringan film alternatif di Indonesia dengan menyediakan sistem serta infrastruktur yang memadai.

Misi TMP adalah:

  1. Melakukan kerja-kerja distribusi film alternatif Indonesia baik dalam lingkup nasional maupun internasional,
  2. Membentuk sistem distribusi yang dapat menjadi acuan bersama, khususnya bagi film alternatif Indonesia,
  3. Membentuk serta memperkuat jaringan distribusi lokal, nasional, dan internasional.

Pengejawantahan dari visi-misi tersebut salah satunya adalah membuat program kompilasi film. Program ini melakukan pengumpulan, pendataan, serta pengkurasian film alternatif Indonesia untuk dijadikan kompilasi dalam format DVD dan disebarkan kepada publik luas, di dalam maupun luar Indonesia. Program kompilasi ini akan merangkum berbagai genre film alternatif di Indonesia, baik dalam konteks sejarah maupun kekiniannya. Tiap kompilasi akan mengacu pada kurasi yang kuat. Kompilasi ini akan dibuat sebanyak 5 kompilasi dalam setahun, dalam bentuk DVD dan disebarkan ke masyarakat luas.

Sampai bulan Juni 2008, kompilasi yang telah diterbitkan oleh TMP adalah:

Kompilasi Film Pendek Indonesia Terbaik 2006 Seleksi Konfiden

Repelita I: Urbanisasi (kompilasi Forum Lenteng)

ACARA

Pada kesempatan ini, TMP akan bekerja sama dengan Kinoki melalui program Mari Menonton 2008 yang dirangkaikan dengan momen Festival Kesenian Yogyakarta. Kegiatan ini masuk dalam agenda Pasar Raya  yang berlangsung selama sebulan, terhitung sejak tanggal   8 Juni - 6 Juli 2008 bertempat di area Benteng Vredeburg,Yogyakarta. Adapun kegiatan Mari Menonton 2008 yang bekerja sama dengan TMP adalah Peluncuran the MarshallPlan (beserta diskusi) dan Seminar mengenai Screening Fee dan Screening Rights.

  1. Peluncuran the Marshall Plan

disertai diskusi mengenai Jaringan Distribusi Film Alternatif Kini

Selasa, 24 Juni 2008 pukul 17.00-18.30
Ruang F Bioskop  Benteng Vrederburg, Yogyakarta
Terbuka untuk umum

  1. Seminar Short Films for Sale

Mengulik kemungkinan penetapan ongkos pemutaran (screening Fee) dan pembelian hak pemutaran (screening rights) dalam kondisi perfilman pendek di Indonesia.

Pembicara:

  • Dimas Jayasrana (the MarshallPlan)
  • Ajisena (Fourcolours Film)
  • Ronny P. Tjandra* (Jive Production)

*dalam konfirmasi

Rabu, 25 Juni 2008 pukul 15.30-18.00
Ruang F Bioskop Benteng Vrederburg, Yogyakarta
Terbuka untuk umum dengan biaya pendaftaran.

Outlet the MarshallPlan

Saat ini produk the MarshallPlan telah hadir di empat outlet di tiga Kota.

Jakarta

Ak.’sa.ra
Books, Music, Gift, and Homewares.
Kemang - Cilandak Town Square - Plaza Indonesia

Bandung

Rumah Buku
Jl. Hegarmanah 52 Bandung, 40141 Indonesia,
tel: +62.22.2039615
email: rubuku@yahoo.com

tobucil n klabs
Jl. Aceh 56 Bandung, 40113
t/f +62 22 4261548
email: tobucil@yahoo.com

Yogyakarta

Kinoki
Bukan Bioskop Bukan Coffeeshop
Jl. Abu Bakar Ali no.2 Kotabaru,Yogyakarta

dan Anda tetap dapat melakukan pemesanan melalui website kami.

the MarshallPlan

the MarshallPlan adalah lembaga label DVD dan distribusi independen yang bergerak fokus pada persoalan distribusi film alternatif di Indonesia melalui program-programnya; pembuatan kompilasi film alternatif, pendistribusian karya, serta penguatan jaringan. Intensi kami adalah membentuk ruang yang memfasilitasi karya film alternatif Indonesia serta yang berhubungan dalam konteks tersebut melalui kerja-kerja fasilitasi dan kolektif.

Categories